Pemerintah Amerika Serikat menerapkan skema potongan wajib yang sangat ketat terhadap penghasilan setiap pekerja. Skema ini bernama Payroll Tax atau Pajak Penggajian. Oleh karena itu, setiap pekerja pasti melihat potongan ini di dalam slip gaji mereka. Pajak ini menyasar langsung setiap dolar yang dihasilkan oleh tenaga kerja di dalam ekosistem bisnis.
Selain itu, pemilik usaha wajib memotong pajak ini secara langsung. Pengusaha yang lalai menghitung potongan ini akan menghadapi sanksi hukum yang berat. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai komponen perpajakan ini sangat penting bagi kelangsungan perusahaan.
Komponen Utama Pajak Penggajian Tingkat Federal
Pemerintah federal membagi komponen Payroll Tax ke dalam beberapa bagian utama. Komponen terbesar dari pajak ini mengacu pada undang-undang federal bernama FICA.
- Social Security Tax: Pajak ini mendanai program pensiun nasional dan tunjangan disabilitas. Pemerintah menetapkan tarif sebesar 12.4% untuk komponen ini. Namun, beban ini dibagi rata menjadi dua bagian. Karyawan membayar 6.2% dan perusahaan membayar 6.2%. Selain itu, pemerintah menerapkan batas maksimal upah tahunan yang terkena potongan pajak ini.
- Medicare Tax: Pajak ini mendanai program asuransi kesehatan bagi warga lansia. Tarif dasar untuk komponen ini adalah 2.9%. Kemudian, beban ini dibagi adil menjadi 1.45% untuk karyawan dan 1.45% untuk pengusaha. Namun, komponen Medicare tidak memiliki batas maksimal upah tahunan. Oleh karena itu, pekerja berpenghasilan tinggi wajib membayar pajak tambahan sebesar 0.9%.
Kewajiban Pajak Pengangguran Federal dan Negara Bagian
Selanjutnya, ada juga komponen pajak penggajian yang menjadi tanggung jawab penuh pihak perusahaan. Komponen ini diatur dalam undang-undang FUTA dan SUTA.
Dana dari FUTA dan SUTA berfungsi membiayai program tunjangan bagi korban PHK. Pemerintah menetapkan tarif dasar FUTA sebesar 6.0%. Namun, tarif ini hanya berlaku pada 7.000 dolar pertama dari upah karyawan dalam satu tahun. Perusahaan biasanya mendapatkan kredit potongan pajak hingga 5.4% jika mereka membayar SUTA tepat waktu. Alhasil, tarif bersih FUTA yang dibayarkan perusahaan sering kali hanya sebesar 0.6%.
Perbedaan Mendasar Antara Payroll Tax dan Income Tax
Banyak orang keliru membedakan antara Payroll Tax dan Income Tax. Kedua potongan ini memang sama-sama mengurangi nominal bersih pada slip gaji karyawan. Namun, kedua jenis perpajakan ini memiliki karakteristik yang sangat bertolak belakang.
Payroll Tax memiliki tarif yang bersifat tetap. Oleh karena itu, pajak ini tidak melihat besar kecilnya total kekayaan karyawan. Dana pajak langsung masuk ke kantong jaminan sosial seperti Social Security. Sebaliknya, Income Tax bersifat progresif. Tarif persentase pajak akan meningkat seiring bertambahnya penghasilan seseorang. Selain itu, Income Tax memperhitungkan jumlah tanggungan anak untuk mengurangi beban pajak. Kemudian, dananya masuk ke kas umum pemerintah untuk membiayai infrastruktur negara.
Tantangan Bagi Pekerja Mandiri atau Kontraktor Independen
Struktur Payroll Tax di Amerika Serikat sangat menantang bagi pekerja lepas. Kelompok ini tidak memiliki perusahaan yang menanggung setengah dari porsi pajak FICA mereka.
Oleh karena itu, pemerintah mewajibkan pekerja mandiri membayar pajak khusus bernama SECA Tax. Melalui sistem SECA, mereka harus menanggung sendiri total tarif penuh sebesar 15.3%. Tarif ini terdiri dari 12.4% untuk Social Security dan 2.9% untuk Medicare. Namun, pemerintah memberikan kompensasi berupa keringanan dalam pelaporan pajak tahunan. Mereka dapat memasukkan setengah dari pembayaran SECA sebagai komponen pengurang pajak bisnis.
Kewajiban Kepatuhan dan Risiko Hukum Bagi Perusahaan
Manajemen perusahaan memikul tanggung jawab penuh sebagai agen pemungut resmi sistem perpajakan ini. Oleh karena itu, pemilik usaha wajib menyetorkan dana potongan tersebut secara berkala kepada lembaga resmi IRS.
Selain itu, perusahaan harus melaporkan data upah dan potongan tersebut setiap kuartal menggunakan Form 941. Keterlambatan menyetorkan dana merupakan pelanggaran hukum federal yang sangat berat. Akibatnya, IRS memiliki wewenang penuh untuk menjatuhkan sanksi denda finansial yang besar. Mereka juga bisa menyita aset perusahaan hingga menuntut pemilik bisnis secara pidana.

